MUARA TEWEH, kaltenghits.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Barito Utara tak hanya menyajikan kompetisi bernuansa religius. Gelaran besar yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah ini juga menjadi peluang emas bagi promosi pariwisata lokal. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, pada Sabtu (22/11/2025).
Patih Herman mengungkapkan, banyak kafilah yang memanfaatkan waktu di luar perlombaan untuk berkunjung ke beberapa objek wisata favorit, mulai dari Jantur Doyam hingga kawasan rekreasi Traf 1 dan Traf 2.
“Mereka bisa merasakan langsung keindahan alam Barito Utara yang aman, nyaman, dan penuh pesona. Ini menjadi pengalaman tambahan yang tidak didapat dari kegiatan lomba saja,” jelasnya.
Ia menilai tingginya minat peserta untuk berwisata menunjukkan kesiapan daerah dalam menyambut tamu dari luar. Kesan positif yang dibawa para kafilah, lanjutnya, akan menjadi promosi alami bagi Barito Utara sebagai tujuan wisata.
“MTQH ini menjadi etalase yang baik. Cerita para peserta ketika kembali ke daerahnya masing-masing tentu akan mendorong orang lain untuk datang,” katanya.
Untuk memperkaya pengalaman para tamu, panitia bersama Disbudparpora Barito Utara juga menyiapkan rangkaian hiburan, termasuk panggung seni dan budaya. Kehadiran pengisi acara lokal turut memperkenalkan kekayaan tradisi Barito Utara secara langsung.
“Kami ingin setiap tamu merasakan keramahan masyarakat dan keunikan budaya kita. Tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga membawa pulang memori indah tentang Barito Utara,” tambah Patih Herman.
Ia memastikan kegiatan wisata tersebut diatur selaras dengan agenda resmi MTQH, sehingga tidak mengganggu jalannya perlombaan. Justru program rekreasi ini memberi ruang bagi peserta untuk menyegarkan pikiran sekaligus menikmati pemandangan alam khas daerah.
“MTQH XXXIII bukan hanya panggung kompetisi keagamaan, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi wisata daerah secara luas,” tegasnya.
Dengan strategi ini, Patih Herman berharap Barito Utara semakin dikenal sebagai daerah yang religius, ramah budaya, sekaligus menawarkan destinasi wisata yang menarik dan berdaya saing. Gelaran MTQH juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi masyarakat setempat.(red)
Tinggalkan Komentarmu