DPRD Barito Utara

F-KIR Barito Utara Minta Penjelasan Penurunan Dana Transfer dan Lonjakan Defisit pada Raperda Perubahan APBD 2025

Bagikan
Ketua Bapemperda DPRD Barito Utara, Sri Neni Trianawati
Bagikan

Muara Teweh, kaltenghits.com – Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Kabupaten Barito Utara melalui juru bicaranya, Hj. Sri Neni Trianawati, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Pj. Bupati dalam rapat paripurna DPRD.

Dalam penyampaian pandangan akhir fraksi yang digelar pada Selasa (14/10/2025), Sri Neni menyoroti adanya perubahan signifikan pada komponen pendapatan dan belanja daerah. Menurutnya, penurunan dana transfer dari pemerintah pusat serta kenaikan belanja daerah perlu mendapat penjelasan mendetail dari pemerintah daerah.

“Setelah mencermati pidato pengantar Pj. Bupati, fraksi kami melihat sejumlah perubahan yang cukup besar, terutama penurunan dana transfer dari pusat dan meningkatnya belanja daerah. Hal ini membutuhkan penjelasan komprehensif,” ujarnya.

F-KIR mencatat bahwa dana transfer pemerintah pusat turun dari Rp2,909 triliun menjadi Rp2,824 triliun, atau berkurang sekitar Rp85 miliar. Penurunan tersebut dinilai dapat mempengaruhi pelaksanaan program prioritas pembangunan daerah.

“Kami ingin mengetahui penyebab penurunan ini serta bagaimana strategi pemerintah agar program prioritas tetap berjalan optimal,” tegas Sri Neni.

Selain itu, F-KIR juga menyoroti kenaikan belanja daerah yang naik dari Rp3,116 triliun menjadi Rp3,460 triliun atau sekitar 11,03 persen. Sri Neni menekankan bahwa tambahan belanja harus jelas arah dan prioritasnya.

“Kami berharap kenaikan ini didukung alasan kuat dan diarahkan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Fraksi juga memberi perhatian terhadap meningkatnya defisit anggaran secara signifikan, dari Rp99,8 miliar menjadi Rp485,2 miliar atau bertambah lebih dari Rp385 miliar. Pihaknya meminta klarifikasi mengenai rencana pembiayaan defisit dan dampaknya terhadap kondisi fiskal daerah ke depan.

“Lonjakan defisit ini perlu dijelaskan secara rinci agar tidak menimbulkan risiko terhadap keseimbangan keuangan daerah dalam jangka menengah dan panjang,” kata Sri Neni.

Meski memberikan kritik, F-KIR menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan pembahasan Raperda secara konstruktif bersama eksekutif.

“Kami tetap berkomitmen membahas rancangan perubahan APBD ini dengan objektif demi terciptanya pengelolaan anggaran yang sehat, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Barito Utara,” tutupnya.(red)

Bagikan

Tinggalkan Komentarmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post
Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post (1)
Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post
Iklan Hut Ri
Iklan Hut Ri2
Berita Terkait

DPRD Barut Minta Penanganan Bullying Dilakukan Secara Komprehensif

MUARA TEWEH, Kaltenghits.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Henny...

Ketua DPRD Tekankan Kepatuhan Semua Pihak terhadap Jadwal yang Telah Ditetapkan

MUARA TEWEH, kaltenghits.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara...

Launching Muara Teweh CFD Dapat Apresiasi dari Anggota DPRD Barito Utara

MUARA TEWEH, kaltenghits.com - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, menyampaikan...

Sukses Digelar, Kapolres Cup 2026 Mendapat Apresiasi dari Patih Herman AB

MUARA TEWEH, kaltenghits.com - Keberhasilan pelaksanaan Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup Tahun...