Nasional

Kemenag: Setiap Tahun di Indonesia Ada 400 Ribu Janda dan Duda Baru

Share
ilustrasi 400 ribu perceraian di indonesia setiap tahun
Ilustrasi. Sekitar 400 ribu perceraian terjadi di indonesia setiap tahun
Share

Kaltenghits.com – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyebutkan, di Indonesia setiap tahun ada sekitar 2 juta pasangan menikah dan 400 ribu pasangan di antaranya bercerai alias menjadi duda atau janda.

“Artinya, 400 ribu orang menjadi duda atau janda setiap tahun dan menjadi single parent. Mungkin jutaan anak yatim lahir setiap tahun. Tentu ini merupakan persoalan yang harus kita atasi,” ujar Amin, dilansir Indozone.id mengutip Antara, Kamis (16/12/2021).

Dia menjelaskan, saat ini, Indonesia tercatat memiliki sekitar 40 ribu peristiwa perkawinan anak. Hal tersebut terjadi karena sulitnya memberikan bimbingan perkawinan (Bimwin) ke para calon pengantin.

Banyaknya calon pengantin yang ingin menikah ini menyebabkan angka pernikahan menjadi besar. Sehingga, pihaknya kesulitan dalam mengajak mereka melakukan bimbingan perkawinan karena sumber daya yang masih terbatas.

Selain itu seringkali pengadilan agama memberikan dispensasi karena beberapa hal tertentu. Padahal, terdapat aturan yang menyatakan bahwa minimal umur untuk menikah adalah 19 tahun.

Banyaknya perkawinan dini akhirnya menimbulkan permasalahan, seperti tingginya kematian ibu & bayi, maupun anak lahir dalam kondisi stunting karena memiliki pengetahuan yang minim baik menyangkut kesehatan atau asupan nutrisi bagi ibu hamil.

Melihat besarnya masalah yang disebabkan oleh banyaknya jumlah pasangan di Indonesia, Kamaruddin ingin pemerintah melakukan inovasi pada tahun 2022 melalui daring dengan mewajibkan setiap calon pengantin mengikuti bimwin terlebih dahulu jika ingin menikah.

Hal itu diperlukan guna memberikan edukasi yang lebih baik pada calon pengantin dalam menghadapi dunia pernikahan, sehingga dapat menciptakan keluarga yang tangguh dan anak bebas stunting.

Namun, ia juga menyadari bahwa untuk dapat merealisasikan saran tersebut perlu adanya kerja sama, proses serta persiapan yang matang.

Dia berharap semua pihak dapat bekerja sama membangun keluarga yang tangguh dan menjadikan generasi bangsa menjadi individu unggul di masa depan kelak.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pertemukan Seluruh Unsur Pemerintahan, Presiden Prabowo Apresiasi Rakornas Pusat–Daerah 2026

SENTUL, Kaltenghits.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan sekaligus membuka Rapat...

Prabowo Dorong Pendidikan Inklusif Lewat Peresmian Sekolah Rakyat

BANJARBARU, KaltengHits.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah...

Ratusan Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Balangan, Kalsel

BALANGAN, Kaltenghits.com – Banjir bandang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan...

Tantangan AI dan Seruan Kembali ke Lapangan Warnai Konferwil II AMSI Kalteng

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap...