PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sutik, meminta pemerintah daerah lebih berhati-hati dalam memberikan izin kepada perusahaan agar tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Ia menilai, kebijakan perizinan yang tidak disertai kajian lingkungan yang komprehensif berpotensi mempercepat kerusakan alam serta meningkatkan risiko bencana, termasuk banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
“Izin usaha harus benar-benar dikaji, jangan hanya melihat manfaat ekonominya saja. Jika dampak lingkungannya diabaikan, maka risiko bencana akan ditanggung bersama,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Sutik menegaskan, proses perizinan investasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga wajib mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Selain itu, ia menyoroti hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, sejumlah persoalan sosial kerap muncul akibat minimnya komunikasi serta pengabaian hak warga, khususnya terkait lahan.
Ia menekankan pentingnya perusahaan menjunjung etika dan transparansi dalam menjalankan usaha. Jika terdapat lahan masyarakat yang terdampak, penyelesaiannya harus dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum.
“Kerja sama dengan masyarakat itu penting. Jangan sampai muncul konflik karena perusahaan bertindak sepihak tanpa memperhatikan hak warga,” tegasnya.
Di sisi lain, Sutik mengakui bahwa investasi tetap diperlukan sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan agar pembangunan di Kalimantan Tengah dapat berlangsung berkelanjutan. (red)
Tinggalkan Komentarmu