KUALA PEMBUANG, Kaltenghits.com – Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag mengajak para pelajar untuk turut berperan aktif dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Pesan tersebut disampaikan H. Supian saat menghadiri sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Aula SMKN 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Selasa (8/9/2026).
Sosialisasi tersebut dihadiri Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng Brigjen TNI (Mar) Citro Subono, didampingi Wadan Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng Laksamana TNI Bambang Wasito, serta puluhan pelajar dari berbagai jurusan di SMKN 1 Kuala Pembuang.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Seruyan Zuli Eko Prastiyo, unsur Kejaksaan, Polres Seruyan, Sekda Seruyan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Camat Seruyan Hilir, serta Kepala SMKN 1 Kuala Pembuang.
Dalam sambutannya, H. Supian menyampaikan apresiasi atas kunjungan Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng ke Kabupaten Seruyan. Menurutnya, kegiatan sosialisasi kepada pelajar merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya Karhutla.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng Brigjen TNI (Mar) Citro Subono bersama Wadan Satgas Laksamana TNI Bambang Wasito dan rombongan ke Kabupaten Seruyan. Kami juga mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi Karhutla di SMKN 1 Kuala Pembuang,” ujarnya.
H. Supian mengatakan, Karhutla masih menjadi persoalan yang berulang setiap tahun, khususnya ketika memasuki musim kemarau panjang. Menurutnya, kebakaran dapat menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat, lingkungan, hingga kesehatan.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk saat membersihkan lahan pertanian.
Wakil Bupati juga mengajak para pelajar menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan menyampaikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Seruyan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kami mengharapkan masyarakat dan anak-anak pelajar, khususnya pelajar SMKN 1 Kuala Pembuang, dapat berperan aktif mencegah Karhutla,” tegasnya.
Ia berharap para pelajar dapat menjadi generasi penerus yang ikut memberikan contoh kepada masyarakat, termasuk mengingatkan anggota keluarga yang masih melakukan pembakaran ketika membersihkan lahan pertanian.
“Bagi keluarga yang bekerja sebagai petani dan masih membersihkan lahan dengan cara dibakar, kami berharap anak-anak pelajar dapat mengingatkan agar tidak lagi melakukan pembakaran. Ini penting karena api dapat menyebar dan membahayakan lingkungan serta masyarakat sekitar,” harap H. Supian.
Menurutnya, edukasi dan pencegahan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi terjadinya Karhutla. Kesadaran masyarakat harus terus dibangun agar pembakaran lahan tidak menjadi kebiasaan yang berujung pada kebakaran yang lebih luas.
H. Supian juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan kondisi penanganan Karhutla saat ini. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak harus tetap dijaga selama musim kemarau berlangsung.
“Dengan adanya sosialisasi seperti ini, kita berharap dapat membantu mengurangi terjadinya Karhutla, baik di lingkungan pertanian, permukiman maupun kawasan hutan dan lahan lainnya,” pungkasnya. (AMT)





Tinggalkan Komentarmu