PALANGKA RAYA, KaltengHits.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapano Mandow, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui sektor pendidikan dan peran guru, masih menjadi kebutuhan mendasar yang kerap dikeluhkan masyarakat saat pelaksanaan reses di berbagai daerah.
Menurut Hero, setiap wilayah memang memiliki karakteristik berbeda, namun persoalan yang disampaikan masyarakat cenderung serupa dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan, termasuk di bidang pendidikan, masih perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Setiap daerah yang saya kunjungi memiliki ciri khas masing-masing, tetapi permasalahan yang muncul hampir sama. Ini menjadi indikator bahwa pemerataan pembangunan harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Hero.
Ia menekankan bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan perencanaan yang matang, tahapan yang jelas, serta komitmen bersama antara pemerintah dan legislatif agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kewajiban kami sebagai wakil rakyat adalah mendengarkan kebutuhan masyarakat. Setidaknya ada lebih dari tiga sektor utama yang selalu menjadi sorotan,” ungkapnya, Jumat (5/12).
Hero menjelaskan, aspirasi masyarakat umumnya terfokus pada lima sektor besar, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian, serta seni, budaya, dan keagamaan. Dari kelima sektor tersebut, infrastruktur dan perekonomian dinilai paling mendesak, namun sektor pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun SDM daerah.
“Infrastruktur yang belum maksimal sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di pedesaan. Akses jalan berdampak langsung pada pendidikan, layanan kesehatan, mobilitas barang, hingga pengembangan usaha lokal,” jelasnya.
Ia memahami adanya keterbatasan anggaran daerah, namun masyarakat tetap berharap pemerintah provinsi mampu memaksimalkan potensi dan sumber daya yang tersedia.
“Kami paham kondisi fiskal daerah, tetapi masyarakat berharap pemerintah tetap hadir dengan solusi dan upaya nyata,” tegasnya.
Hero juga menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang dinilai belum rampung atau berjalan lambat. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, melemahnya perekonomian turut berdampak pada meningkatnya angka pengangguran. Beberapa perusahaan di daerah bahkan terpaksa menghentikan operasional akibat tekanan ekonomi.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat mengambil langkah yang lebih strategis melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan, penguatan pendidikan, serta kemandirian ekonomi warga.
“Aspirasi masyarakat harus menjadi acuan utama agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan dan berjalan tepat sasaran,” tandasnya. (red)
Leave a comment