DPRD Barito Utara

Fraksi PKB Soroti Ketergantungan PAD Barito Utara pada Dana Transfer Pusat

Bagikan
Bagikan

MUARA TEWEH, kaltenghits.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Barito Utara menyoroti masih tingginya ketergantungan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap dana transfer pemerintah pusat dalam struktur APBD 2026. Hal ini disampaikan juru bicara Fraksi PKB, Suhendra, dalam rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026.

Dalam kesempatan itu, Fraksi PKB juga menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Muara Teweh pada 14–22 November 2025. Suhendra berharap gelaran tersebut berjalan aman dan sukses hingga akhir.

“Fraksi PKB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Barito Utara atas penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBD 2026. Dokumen ini merupakan pedoman strategis pembangunan, sehingga harus disusun secara transparan, akuntabel, efisien, dan berpihak kepada rakyat,” ujar Suhendra.

Fraksi PKB menilai bahwa PAD Barito Utara masih belum optimal dan terlalu bergantung pada transfer pusat. Untuk itu, PKB meminta pemerintah daerah memperkuat PAD melalui perbaikan tata kelola pajak, digitalisasi layanan, dan penertiban potensi pendapatan dari sektor pertambangan, perkebunan, dan jasa.

PKB juga mengingatkan agar kebijakan intensifikasi pajak tidak memberatkan pelaku UMKM, terlebih menghadapi kemungkinan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) tambang.

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi PKB menegaskan bahwa anggaran belanja harus menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat, terutama pada sektor: Pendidikan: memastikan alokasi minimal 20 persen digunakan untuk peningkatan sarana sekolah, kualitas tenaga pendidik, dan pemerataan akses pendidikan hingga wilayah terpencil, Kesehatan: memperkuat layanan Puskesmas dan Pustu, meningkatkan fasilitas RSUD, serta memastikan pengadaan obat dan alat kesehatan berjalan transparan dan bebas konflik kepentingan, Infrastruktur wilayah: memprioritaskan peningkatan jalan antar desa dan kecamatan, termasuk akses wilayah pedalaman seperti Teweh Selatan, Lahei, dan Gunung Purei, Ekonomi kerakyatan dan jaring pengaman sosial: memperkuat UMKM, petani, pekebun, dan nelayan sungai, serta memastikan data penerima bantuan sosial akurat dan bebas intervensi politik.

Sebagai daerah penghasil tambang, Barito Utara disebut harus memastikan perusahaan tambang memenuhi kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR), reklamasi pascatambang, dan kontribusi PAD.

PKB juga menegaskan bahwa kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan perusahaan wajib menjadi tanggung jawab perusahaan. Dampak lingkungan maupun sosial yang ditimbulkan dari kegiatan tambang harus diawasi secara ketat oleh pemerintah daerah.(Red)

Bagikan

Tinggalkan Komentarmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post
Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post (1)
Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post
Iklan Hut Ri
Iklan Hut Ri2
Berita Terkait

DPRD Barut Minta Penanganan Bullying Dilakukan Secara Komprehensif

MUARA TEWEH, Kaltenghits.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Henny...

Ketua DPRD Tekankan Kepatuhan Semua Pihak terhadap Jadwal yang Telah Ditetapkan

MUARA TEWEH, kaltenghits.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara...

Launching Muara Teweh CFD Dapat Apresiasi dari Anggota DPRD Barito Utara

MUARA TEWEH, kaltenghits.com - Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, menyampaikan...

Sukses Digelar, Kapolres Cup 2026 Mendapat Apresiasi dari Patih Herman AB

MUARA TEWEH, kaltenghits.com - Keberhasilan pelaksanaan Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup Tahun...