DPRD Kalteng

Faridawaty Nilai Pencegahan Karhutla Harus Jadi Prioritas Bersama

Bagikan
Faridawaty Darlan Adjeh
Faridawaty Darland Atjeh
Bagikan

Palangka Raya, Kaltenghits.com – Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui sejumlah wilayah di Kalteng. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, yang mengingatkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak berkepanjangan.

Faridawaty menilai, pencegahan Karhutla harus menjadi prioritas bersama. Selain merusak lingkungan, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, hingga perekonomian daerah apabila tidak segera dikendalikan.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko munculnya titik api, terutama di kawasan gambut yang sangat rentan terbakar pada musim kemarau.

“Peristiwa Karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan. Mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Kasus Karhutla yang terjadi di lahan gambut Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau, menjadi salah satu alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Di sisi lain, Kotawaringin Timur juga tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak dalam beberapa hari terakhir.

Data BPBD Kalteng mencatat, hingga pertengahan tahun 2026 telah terjadi 323 kasus Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 456,78 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman Karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan secara terpadu.

Faridawaty menegaskan, dampak Karhutla tidak hanya dirasakan saat kebakaran berlangsung, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Kerusakan hutan, hilangnya sumber mata pencaharian, serta munculnya kabut asap menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama.

“Karhutla bukan sekadar membakar semak atau lahan kosong. Dampaknya bisa merusak hutan, menghilangkan sumber penghidupan masyarakat, menimbulkan kabut asap, bahkan mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan apabila terus meluas,” katanya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Penanganan cepat dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan.(z)

Bagikan

Tinggalkan Komentarmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post
Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post (1)
Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post
Iklan Hut Ri
Iklan Hut Ri2
Berita Terkait

Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati Arah Perubahan APBD 2026

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama DPRD Kalteng menyepakati...

Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Diproyeksi Rp5,3 Triliun

PALANGKA RAYA, KaltengHits.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah bersama DPRD Kalteng...

Ampera AY Mebas Komitmen Kawal Persoalan Kebun Plasma di Barito Timur

BARITO TIMUR, Kaltenghits.com - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Ampera AY...

Legislator Minta Pemerataan Infrastruktur dan Layanan Dasar di DAS Barito

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com  – Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil)...