PURUK CAHU, kaltenghits.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya mengingatkan perusahaan dan pihak terkait agar lebih cermat dalam menentukan jalur pengangkutan alat berat, terutama yang melintasi kawasan permukiman warga.
Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama sebelum kegiatan mobilisasi dilakukan. Menurutnya, kendaraan pengangkut alat berat memiliki ukuran dan beban besar sehingga membutuhkan perencanaan serta pengamanan yang memadai.
Pernyataan tersebut disampaikan Bebie setelah terjadi insiden kendaraan pengangkut alat berat di Kelurahan Saripoi, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, sebuah kendaraan long bed yang membawa alat berat jenis dozer mengalami insiden dan kemudian menghantam rumah warga. Penyebab kejadian tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut. Dalam informasi awal, kendaraan disebut mengalami masalah pada sistem pengereman atau diduga mengalami rem blong.
Peristiwa itu mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan cukup berat. Sementara itu, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Pengemudi kendaraan dan warga yang berada di lokasi dilaporkan selamat.
Bebie menilai kejadian tersebut perlu dijadikan evaluasi bersama agar aspek keselamatan tidak diabaikan dalam setiap kegiatan mobilisasi alat berat.
“Kita tidak ingin ada korban jiwa baru kemudian kita melakukan evaluasi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata Bebie dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Ia menyarankan agar jalur alternatif yang dinilai lebih aman digunakan apabila tersedia dan secara teknis maupun aturan memungkinkan. Menurutnya, keputusan menentukan rute tidak semestinya hanya mempertimbangkan jarak, waktu tempuh atau biaya operasional.
Bebie juga meminta perusahaan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalur sebelum alat berat diberangkatkan. Pemeriksaan tersebut, kata dia, perlu mencakup kondisi dan lebar jalan, tanjakan, tikungan, jembatan, fasilitas umum hingga aktivitas masyarakat di sepanjang rute.
“Jangan hanya melihat apakah kendaraan bisa lewat. Kita harus melihat juga risiko terhadap masyarakat. Jalan itu digunakan bersama. Karena itu, keselamatan pengguna jalan dan warga yang tinggal di sepanjang lintasan harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Politikus PDI-P tersebut turut mendorong adanya road assessment atau penilaian kondisi lintasan sebelum mobilisasi alat berat dilakukan. Langkah itu dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya sekaligus menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.
Jika mobilisasi terpaksa melewati kawasan permukiman, Bebie meminta pelaksana memperhatikan prosedur keselamatan, melakukan pengaturan lalu lintas dan berkoordinasi dengan instansi maupun pihak terkait.
Ia menambahkan, komunikasi antara pemerintah daerah, perusahaan, aparat dan masyarakat juga diperlukan untuk menentukan rute yang paling aman serta mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas warga.
“Kalau ada jalur alternatif yang lebih aman, tentu itu harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai karena mengejar efisiensi waktu atau biaya, justru keselamatan masyarakat yang dikorbankan,” tegasnya.
Bebie berharap insiden di Saripoi menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak sehingga kegiatan mobilisasi alat berat di Murung Raya ke depan dapat berlangsung dengan memperhatikan keselamatan, ketertiban, kepentingan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan atau klarifikasi dari pihak perusahaan maupun pihak terkait mengenai insiden tersebut. Informasi mengenai penyebab pasti kejadian juga masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.(red)





Tinggalkan Komentarmu