PURUK CAHU, kaltenghits.com – Masyarakat Kabupaten Murung Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara selama musim kemarau, terutama ketika muncul kabut, debu maupun asap yang dapat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari.
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Lita Norfiana, mengatakan kondisi lingkungan yang lebih kering selama kemarau juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dampak dari kebakaran maupun kondisi udara berdebu perlu diantisipasi oleh masyarakat.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi udara. Jika udara berkabut atau banyak debu, sebaiknya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Lita, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan debu dan asap ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Lita juga menyarankan masyarakat mempertimbangkan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi udara semakin terganggu akibat kabut, debu atau asap. Perhatian lebih, kata dia, perlu diberikan kepada anak-anak serta kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang buruk.
Di samping menjaga diri dari paparan udara yang tidak nyaman, Lita mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah munculnya kebakaran. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta berhati-hati terhadap aktivitas maupun benda yang berpotensi menjadi sumber api.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu meluasnya kebakaran,” katanya.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau melihat indikasi terjadinya kebakaran. Informasi yang disampaikan lebih awal diharapkan dapat membantu proses penanganan sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan.
Lita berharap masyarakat Murung Raya dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama periode kemarau. Menurutnya, upaya pencegahan karhutla dan perhatian terhadap kondisi udara perlu dilakukan secara bersama-sama.
“Jaga lingkungan kita bersama. Gunakan masker saat kondisi udara berkabut dan berdebu, serta mari cegah karhutla agar dampaknya tidak semakin luas,” pungkasnya.(red)





Tinggalkan Komentarmu