27 Februari 2026
27 Februari 2026

DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya Respons Cepat Pemda Terhadap Keluhan Warga

oleh Editor 1
A+A-
Reset

PALANGKA RAYA, KaltengHits.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harapano Mandow, menegaskan bahwa sejumlah persoalan mendasar masih menjadi keluhan utama masyarakat setiap kali dirinya melaksanakan kegiatan reses di berbagai daerah.

Menurut Hero, meskipun setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, namun persoalan yang disampaikan masyarakat cenderung sama dan terus berulang dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan masih perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing, tetapi permasalahan yang muncul hampir sama. Ini menjadi indikasi bahwa pemerataan pembangunan harus terus diperbaiki,” ujar Hero, Jumat (05/12/2025).

Ia menekankan bahwa upaya perbaikan tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan perencanaan yang matang, tahapan yang berkelanjutan, serta komitmen bersama antara pemerintah daerah dan legislatif agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kewajiban kami sebagai wakil rakyat adalah mendengarkan aspirasi masyarakat. Setidaknya ada lebih dari tiga sektor yang menjadi sorotan utama,” ungkapnya.

Hero menjelaskan, sebagian besar aspirasi masyarakat terfokus pada lima sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian, serta seni, budaya, dan keagamaan. Dari sektor-sektor tersebut, infrastruktur dan perekonomian dinilai paling mendesak untuk segera ditangani.

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang bergantung pada akses jalan untuk pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi barang, hingga pengembangan usaha lokal.

“Kami memahami keterbatasan anggaran daerah, namun masyarakat berharap pemerintah provinsi dapat memaksimalkan kemampuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan tersebut,” tegas Hero.

Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang dinilai belum rampung atau mengalami keterlambatan. Kondisi ini, menurutnya, perlu segera dievaluasi agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hero menambahkan, melemahnya kondisi ekonomi turut berdampak langsung pada masyarakat. Beberapa perusahaan di daerah terpaksa menghentikan operasional akibat tekanan ekonomi, yang berujung pada meningkatnya angka pengangguran.

Ia berharap pemerintah provinsi dapat mengambil langkah-langkah strategis melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga.

“Aspirasi masyarakat harus menjadi acuan utama agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan dan berjalan tepat sasaran,” tandasnya. (Red)

Baca Juga

Leave a Comment