Palangka Raya

DAD Palangka Raya Ajak Bersatu Tangani Karhutla, Aspirasi Harus Disampaikan dengan Etika

Bagikan
Leonard S Ampung Ketua Dad Kota Palangka Raya
Ketua DAD Kota Palangka Raya Ir Leonard S Ampung didampingi Ketua Harian Dr Jhon Retei dan Sekretaris Umum Tirta mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menangani karhutla serta dampak kabut asap di Kalimantan Tengah. Foto : Is
Bagikan

PALANGKA RAYA, KaltengHits.com – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, Ir Leonard S Ampung, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersatu menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang masih melanda Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ia mengingatkan agar semua pihak mengedepankan sikap solutif, saling menghargai, dan tidak saling menyalahkan. Penyampaian aspirasi, menurutnya, tetap menjadi bagian penting dari kepedulian terhadap kondisi daerah, tetapi harus dilakukan secara sopan, beretika, dan tetap menjaga situasi kondusif.

Pernyataan tersebut disampaikan Leonard, didampingi Ketua Harian DAD Kota Palangka Raya Dr Jhon Retei dan Sekretaris Umum Tirta, menyikapi aksi damai ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kalteng Melawan bersama elemen Cipayung Plus di Kantor Gubernur Kalteng dan Gedung DPRD Provinsi Kalteng, Senin (19/10/2026).

Aksi tersebut bertujuan mendesak pemerintah daerah, legislatif, dan pemerintah pusat mengambil langkah penanganan karhutla serta dampak kabut asap secara lebih efektif dan terukur.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini, kita harus bersikap solutif, artinya bersama-sama mencari solusi. Jangan sampai kita justru saling meremehkan, meniadakan peran satu sama lain, atau saling menjelekkan. Apalagi jika sampai mengeluarkan kata-kata maupun menunjukkan sikap yang kurang beretika,” ujar Leonard kepada Tabengan, Rabu (21/10/2026).

Penanganan Fokus Pemadaman dan Kesehatan Warga

Leonard menegaskan, penanganan karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai berbagai upaya telah dilakukan pemerintah provinsi dan pemerintah kota, bersama pemerintah pusat, aparat terkait, serta relawan di lapangan.

Ia juga mengapresiasi para relawan yang terus menjalankan tugas kemanusiaan di tengah risiko kesehatan akibat kondisi lingkungan dan kabut asap.

“Karena itu, mari kita saling menghargai peran masing-masing dan tidak memperkeruh situasi. Kita semua harus menahan diri agar bisa menghadapi bencana ini dengan baik,” tegasnya.

Menurut Leonard, penanganan saat ini harus memprioritaskan langkah konkret, terutama pemadaman titik api yang masih terjadi. Upaya pencegahan tetap penting, tetapi kondisi di lapangan juga menuntut tindakan cepat untuk mengendalikan kebakaran.

“Saat ini kita harus fokus pada penanganan yang paling mendesak. Kita sudah bukan lagi hanya berbicara tentang pencegahan, tetapi sudah masuk pada tahap pemadaman. Karena itu, seluruh pihak harus memusatkan perhatian dan tenaga untuk menangani kebakaran yang masih terjadi,” ungkapnya.

Selain pemadaman, perlindungan masyarakat terdampak kabut asap juga perlu diperkuat. Leonard menyoroti pentingnya bantuan masker, ketersediaan oksigen, serta pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kabut Asap Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Leonard turut menyoroti dampak kabut asap terhadap aktivitas perekonomian warga. Memburuknya kualitas udara membuat sebagian masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah, yang berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan pendapatan mereka.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mengarahkan energi dan perhatian pada penanganan bencana serta pemulihan kondisi masyarakat, bukan pada pertentangan atau saling tuding.

“Siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap Kalimantan Tengah, mari kita bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak. Jangan saling menuduh, menghujat, atau menyalahkan satu sama lain. Saat ini, kita harus menyatukan hati dan langkah untuk setidaknya meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Di tengah upaya penanganan tersebut, Leonard juga mengajak masyarakat lintas agama untuk berdoa agar karhutla segera berakhir dan hujan turun sehingga proses pemadaman dapat lebih mudah dilakukan.

Ia menekankan bahwa doa perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar dan tindakan nyata dari seluruh pihak.

“Kita juga harus menyadari bahwa ada hal-hal yang berada di luar kemampuan manusia. Karena itu, selain berusaha secara maksimal, kita juga perlu berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kondisi ini segera membaik,” katanya.

Leonard berharap masyarakat tetap menyikapi situasi dengan kepala dingin, sabar, dan pikiran jernih. Menurutnya, kondisi sulit tidak seharusnya menjadi alasan untuk memperbesar perbedaan atau memicu perselisihan.

“Mari kita tetap tenang, saling mendukung, dan bersama-sama menghadapi bencana ini demi kebaikan masyarakat serta menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Red)

Bagikan

Tinggalkan Komentarmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merah Dan Cokelat Ilustrasi Selamat Hari Raya Idul Fitri Instagram Post (1)
Berita Terkait

Hadapi Karhutla, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Rangkul Tokoh Lintas Agama

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menggelar silaturahmi...

Evaluasi Penanganan Karhutla, Sekda Kalteng Minta Satgas Tak Kendurkan Kesiapsiagaan

PALANGKA RAYA, KaltengHits.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar rapat evaluasi...

Agustiar Sabran Ajak Warga Bermunajat agar Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng Berakhir

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran bersama...

Jangan Hanya Pasok Bahan Mentah, Kalteng Didorong Perkuat Industri Hilir

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Proyeksi Pulau Kalimantan sebagai Superhub Ekonomi Nusantara dinilai...