PULANG PISAU, KaltengHits.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Kalimantan Tengah pada November 2026 masih berada pada kategori menengah hingga rendah. Kondisi ini menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperparah oleh kekeringan akibat fenomena El Niño.
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi iklim dan kekeringan berkepanjangan perlu menjadi perhatian seluruh pihak dalam menentukan langkah penanganan karhutla. Selain meningkatkan risiko kebakaran, kabut asap juga berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
BMKG memperkirakan hujan akan semakin meluas pada periode Desember hingga April. Karena itu, upaya pengendalian karhutla perlu terus diperkuat sembari mengantisipasi kondisi cuaca yang masih kering.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pemantauan terhadap potensi pertumbuhan awan dilakukan secara berkala untuk menentukan waktu dan lokasi penyemaian yang tepat, sehingga operasi tersebut dapat mendukung peluang terjadinya hujan.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap upaya pemadaman karhutla dapat berjalan lebih efektif, risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan, serta dampak kabut asap terhadap masyarakat Kalimantan Tengah dapat diminimalkan. (Red)

Tinggalkan Komentarmu