PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah mendatangi Kantor Pertamina Kalimantan Tengah di RTA Milono Km. 3 Palangka Raya, Senin (14/9/2026) sore.
Kedatangan massa tersebut untuk menyampaikan protes terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Massa menyoroti panjangnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dinilai telah meresahkan masyarakat.
Dalam aksinya, massa meminta Pertamina memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pasokan BBM di Kalimantan Tengah, termasuk data penyaluran BBM kepada masyarakat.
Massa menilai persoalan kelangkaan dan antrean panjang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Mereka juga meminta adanya transparansi terkait distribusi BBM agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Situasi aksi kemudian memanas setelah massa mengaku tidak kunjung memperoleh jawaban yang dianggap memadai dari pihak Pertamina.
Sejumlah massa bahkan memanjat pagar kantor Pertamina. Aksi tersebut membuat suasana di lokasi demonstrasi semakin tegang.
Massa mendesak Pertamina segera memberikan kepastian mengenai ketersediaan dan distribusi BBM di Kalimantan Tengah. Mereka juga meminta pemerintah dan pihak terkait mengambil langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.
Bagi masyarakat, BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan mobilitas sehari-hari, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga distribusi barang dan jasa.
Aliansi Masyarakat Resah berharap tuntutan mereka mendapat respons serius dan segera ditindaklanjuti, sehingga persoalan kelangkaan BBM tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat.
Hingga aksi berlangsung, massa tetap menyuarakan tuntutan agar Pertamina membuka informasi terkait penyaluran BBM serta memastikan pasokan tersedia dan dapat diakses masyarakat secara adil dan tertib. (Red)





Tinggalkan Komentarmu