KUALA PEMBUANG, KaltengHits.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus mengembangkan pengelolaan sampah dengan menerapkan konsep zero waste.
Melalui konsep tersebut, limbah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tidak lagi dibiarkan menumpuk, tetapi diupayakan untuk segera diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, salah satunya bahan paving block.
Kepala DLHK Kabupaten Seruyan Akhmad Hidayat, MT., M.Sc., mengatakan penerapan konsep zero waste tersebut dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
“Kami sudah melaksanakan metode dengan konsep ke arah zero waste. Zero waste adalah gaya hidup dan strategi pengelolaan sumber daya yang bertujuan meminimalkan atau bahkan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir,” ujar Akhmad Hidayat.
Menurutnya, sampah yang tiba di TPA Seruyan akan diupayakan untuk langsung diproses sesuai jenis dan potensinya. Limbah plastik, misalnya, dikembangkan untuk diolah menjadi bahan paving, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos.
Dengan pola tersebut, DLHK Seruyan berharap penumpukan sampah di TPA dapat ditekan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
“Ketika sampah sampai di TPA, kami upayakan langsung diolah. Ada yang diproses menjadi bahan paving, ada juga yang menjadi kompos, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPA,” jelasnya.
Akhmad mengatakan program tersebut mendapat dukungan dari Bupati Seruyan. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi.
Saat ini, DLHK Seruyan masih terus mengembangkan sarana dan prasarana pengolahan sampah, termasuk melakukan pengadaan dan pengumpulan mesin-mesin yang dibutuhkan.
“Konsep yang sudah berjalan ini kami manfaatkan untuk mengolah limbah sampah plastik menjadi bahan paving, juga kompos dan lainnya. Saat ini kami masih mengumpulkan mesin-mesin untuk pengelolaan sampah,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengolahan tersebut masih dalam tahap uji coba dan dilakukan secara bertahap. DLHK Seruyan terus melakukan evaluasi untuk memastikan teknologi dan proses pengolahan dapat berjalan secara optimal.
Ke depan, apabila seluruh fasilitas dan mesin pengolahan telah tersedia serta proses produksi berjalan maksimal, paving block berbahan limbah plastik tersebut diharapkan dapat dipasarkan kepada masyarakat.
Tidak hanya mengurangi persoalan sampah, pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi juga dinilai dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap ke depan bisa berhasil. Kalau semua mesin pengolahan sudah rampung, pengelolaan sampah plastik menjadi paving ini bisa dijual dan dipasarkan. Dari sana juga diharapkan dapat memberikan PAD bagi Kabupaten Seruyan serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” pungkasnya. (AMT)





Tinggalkan Komentarmu