MUARA TEWEH, kaltenghits.com – Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah berlangsung semarak di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Jumat malam (21/11/2025). Ribuan kafilah dari 14 kabupaten/kota turut hadir bersama para tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat yang memadati arena.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, memberikan apresiasi besar atas kelancaran dan kekhidmatan penyelenggaraan. Ia menilai MTQH tahun ini menghadirkan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
“MTQH bukan hanya ajang menampilkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini mempererat persaudaraan dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.
Taufik menambahkan bahwa antusiasme masyarakat merupakan cerminan kuatnya nilai religius di Barito Utara. “Dukungan dan keterlibatan warga sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting dalam membangun moral, karakter, dan kehidupan keagamaan yang lebih baik,” ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan, Ketua Panitia MTQH, Hendra Setiawan, menjelaskan bahwa jumlah peserta kali ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 14 cabang lomba yang dipertandingkan, mulai dari tilawah, tahfiz, hingga fahmil Al-Qur’an.
“Kehadiran kafilah dari seluruh kabupaten/kota menunjukkan MTQH tetap menjadi wadah utama dalam membina generasi Qur’ani,” tutur Hendra.
Selain perlombaan, berbagai kegiatan penunjang seperti pameran, pasar rakyat, serta seminar bertema Al-Qur’an turut memeriahkan rangkaian MTQH. Aktivitas tersebut tak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar serta mempererat silaturahmi antar daerah.
Aisyah, salah satu peserta asal Kabupaten Kapuas, mengaku mendapat pengalaman berharga. “Mengikuti MTQH membuat saya semakin bersemangat menghafal dan memahami Al-Qur’an. Suasananya penuh kebersamaan dan sangat memotivasi,” ujarnya.
DPRD Barito Utara berharap penyelenggaraan MTQH XXXIII menjadi momentum berkelanjutan dalam melahirkan generasi muda yang berakhlak, cinta Al-Qur’an, dan menjunjung nilai budaya daerah. Taufik Nugraha menegaskan pentingnya menjaga tradisi tersebut sebagai identitas religius Barito Utara.
“Semoga MTQH terus menjadi inspirasi untuk memperkuat persatuan dan memperkaya kehidupan keagamaan masyarakat kita,” katanya.
MTQH XXXIII di Barito Utara pun ditutup dengan penuh kebanggaan, menandai keberhasilan daerah dalam menghadirkan ajang keagamaan yang sarat makna, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur.(red)
Leave a comment