27 Februari 2026
27 Februari 2026

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng Minta Pemerintah Lebih Proaktif Lindungi Petani

oleh Editor 1
A+A-
Reset

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Aksi seorang petani di Kabupaten Kapuas yang membuang hasil panen cabainya, karena harga anjlok kembali membuka mata publik tentang rapuhnya kondisi pasar komoditas pertanian. Peristiwa ini mencerminkan kekecewaan mendalam para petani yang merasa tidak mendapatkan perlindungan memadai dari pemerintah.

Fenomena turunnya harga cabai secara drastis bukan hal baru. Petani yang bersusah payah menanam dan merawat tanamannya sering kali justru merugi ketika harga panen tidak sesuai harapan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, menilai tindakan petani tersebut merupakan bentuk frustrasi terhadap sistem pasar yang belum berpihak pada kesejahteraan mereka.

“Pemerintah seharusnya hadir memberikan solusi nyata, terutama terkait pemasaran hasil pertanian seperti cabai agar petani tidak terus mengalami kerugian,” ujar Lohing, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, anjloknya harga cabai kemungkinan dipicu panen serentak di beberapa wilayah, menyebabkan stok melimpah di pasaran.

“Daerah seperti Banjarmasin, Palangka Raya, dan wilayah lain juga sedang panen. Ketika pasokan berlebihan, harga otomatis jatuh,” jelasnya.

Lohing menambahkan, cabai termasuk komoditas cepat rusak dan sulit disimpan lama, sehingga kondisi pasar sangat bergantung pada keseimbangan pasokan dan permintaan.

Sebagai langkah antisipatif, ia mengusulkan agar pola tanam cabai diatur bergantian antarwilayah. Dengan pengaturan jadwal tanam yang lebih terarah, panen dapat tersebar dan harga lebih mudah dikendalikan.

Selain itu, ia mendorong pemerintah memperkuat sistem distribusi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani.

“Kalau pemerintah mau serius, bisa dibuat program kemitraan dengan pelaku usaha atau industri pengolahan hasil pertanian, supaya petani punya kepastian pasar,” tegasnya.

Lohing berharap kejadian serupa tidak terulang, dan pemerintah lebih proaktif memastikan petani tidak lagi menjadi pihak yang paling dirugikan saat harga komoditas jatuh. (Red)

 

Baca Juga

Leave a Comment