27 Februari 2026
27 Februari 2026

 Bupati–Wabup Barito Utara Serap Keluhan Pedagang

oleh Editor 1
A+A-
Reset

MUARA TEWEH, Kaltenghits.com – Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin dan Felix Sonadie Y. Tingan, meninjau Pasar Pendopo dan Pasar PBB di Muara Teweh, Sabtu pagi (20/12/2025). Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para pedagang yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka.

Peninjauan dilakukan dalam rangka memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok serta menjaga

stabilitas harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain memantau harga dan stok, Bupati–Wabup juga berdialog langsung dengan pedagang.

Salah seorang pedagang daging ayam dan ikan patin di Pasar Pendopo, Seroja, berharap dirinya bisa mendapatkan bak dagangan sendiri apabila pasar tersebut direnovasi.

“Saya tadi minta ke Pak Bupati, kalau bisa nanti punya bak sendiri. Selama ini saya hanya meminjam, takut sewaktu-waktu diambil pemiliknya,” ujarnya.

Aspirasi tersebut sejalan dengan rencana Bupati Shalahuddin yang ingin menata ulang wajah Pasar Pendopo agar lebih estetik dan tertata, mengingat lokasinya berada di kawasan pinggir kota Muara Teweh dekat Sungai Barito.

Pedagang ikan asin lainnya, Hidayatil Hadi, juga menyambut baik rencana renovasi pasar tersebut. Menurutnya, penataan ulang akan membuat kondisi pasar lebih nyaman dan tertib.

“Kalau benar direnovasi, itu rencana yang bagus. Pasar jadi lebih rapi dan tidak seperti sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, saat meninjau Pasar PBB, seorang pedagang sayur bernama Parmini menyampaikan keluhan terkait keberadaan pasar liar di area depan pasar yang dinilai merugikan pedagang resmi.

“Tolong Pak Bupati, bantu kami menertibkan pasar liar di depan itu. Kami yang di dalam ini bayar sewa lapak mahal, sementara mereka hanya bayar karcis,” keluhnya.

Menurut Parmini, keberadaan pasar liar tersebut menyebabkan ketimpangan harga dan menurunnya penjualan pedagang di dalam pasar.

“Mereka bisa jual lebih murah. Kacang panjang saya lima kilo bisa habis hampir seminggu, tomat juga susah laku karena di depan dijual lebih murah,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Shalahuddin menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas dan unit pelaksana teknis (UPT) terkait.

“Nanti saya akan panggil dinas terkait dan UPT-nya. Untuk infrastruktur sarana dan prasarana pasar, Dinas PUPR juga sudah menganggarkan slot untuk rehabilitasi pasar,” jelasnya.

Terkait persoalan pasar liar di Pasar PBB, Bupati menegaskan pemerintah daerah akan melakukan penertiban demi keadilan bagi pedagang resmi.

“Nanti akan kita atur dan tertibkan. Kasihan pedagang yang rutin bayar sewa dan pajak, tapi justru kalah dengan yang berjualan di depan,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga

Leave a Comment