KUALA PEMBUANG, Kaltenghits.com – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan dan kewenangan, melainkan tanggung jawab untuk melayani, memberikan teladan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Servant Leadership yang berlangsung selama tiga hari di Aula Kantor DPKAD Kabupaten Seruyan, Kamis (8/10/2026).
Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., Asisten III, Kepala BKSDM Kabupaten Seruyan, serta peserta bimtek.
Dalam sambutannya, Ahmad Selanorwanda mengatakan seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memberikan arahan, tetapi juga harus mendengarkan, memahami, memberikan teladan, membangun kepercayaan, dan mengembangkan potensi bawahannya.
Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus mampu menggerakkan organisasi menuju tujuan yang telah ditetapkan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peningkatan kinerja.
Ia menekankan, konsep servant leadership tidak boleh berhenti sebatas teori yang dipahami selama pelatihan. Prinsip tersebut harus diterapkan dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari di lingkungan pemerintahan.
“Saya ingin menekankan bahwa servant leadership jangan berhenti sebagai konsep yang kita pahami di dalam ruang ini saja. Saya berharap konsep ini diterjemahkan ke perilaku dan budaya kerja sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan kepemimpinan yang melayani dapat diwujudkan melalui pemberian kesempatan kepada pegawai untuk berkembang, penyelesaian persoalan secara tepat, serta perubahan cara kerja yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat.
Keberhasilan Pemimpin Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
Ahmad menegaskan, keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari banyaknya rapat yang diselenggarakan atau program yang disusun. Hal terpenting adalah seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dari pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah.
Karena itu, seorang pemimpin harus hadir ketika bawahannya membutuhkan dukungan, berani mengambil keputusan saat organisasi menghadapi persoalan, serta memberikan keteladanan dalam hal integritas dan disiplin.
Pemimpin juga harus memastikan setiap anggota organisasi memahami tujuan pekerjaan dan pihak yang menerima manfaat dari pekerjaan tersebut.
Melalui pelatihan selama tiga hari itu, Bupati berharap peserta membawa pulang tiga hal penting. Pertama, pemahaman yang lebih kuat tentang makna kepemimpinan yang melayani. Kedua, kemampuan menerapkan prinsip-prinsip servant leadership dalam mengelola tim dan organisasi. Ketiga, komitmen untuk melakukan perubahan nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Ia mengingatkan agar peserta tidak kembali bekerja dengan pola yang sama seperti sebelum mengikuti pelatihan. Sebaliknya, harus ada perubahan dalam cara berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan anggota tim.
Perubahan tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi kepada Penyelenggara
Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan keyakinannya bahwa penerapan prinsip servant leadership secara konsisten dapat membangun organisasi pemerintahan yang kuat secara kelembagaan, sekaligus memiliki budaya kerja yang kolaboratif, humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kepemimpinan aparatur Pemerintah Kabupaten Seruyan dan mendorong pelayanan publik yang semakin baik.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, Ahmad juga menyampaikan terima kasih kepada PT Alpha Quantum yang telah berbagi ilmu, pengalaman, dan semangat kepada jajaran aparatur pemerintah daerah.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing peserta. (AMT/Red)




Tinggalkan Komentarmu