Korban ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.40 WIB di aliran Sungai Katingan, tepatnya di wilayah Desa Tumbang Lahang. Saat ditemukan, jasad korban tersangkut di ranting kayu sebelum dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, Basarnas, dan unsur terkait.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, berdasarkan ciri-ciri awal, jenazah diduga merupakan Bripda Nopandri Ramadhana. Namun, kepastian identitas masih menunggu proses identifikasi resmi di rumah sakit.
“Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang kemudian melaporkan temuannya kepada masyarakat sekitar. Informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian sehingga tim gabungan bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Kapolres.
Dengan ditemukannya satu korban, operasi pencarian kini difokuskan terhadap satu anggota lainnya, Aiptu Sumariyanto, yang hingga Sabtu petang masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Katingan serta kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.
Insiden tersebut bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penangkapan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei. Operasi itu berubah menjadi bentrokan yang mengakibatkan satu anggota Polri gugur di lokasi, sementara dua personel lainnya dilaporkan hilang.
Sejumlah personel lainnya berhasil menyelamatkan diri dan telah dievakuasi dalam keadaan selamat.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para terduga pelaku penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Pengembangan kasus juga terus dilakukan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang diduga terkait dengan insiden tersebut. (red)
Tinggalkan Komentarmu