PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Ribuan warga Kalimantan Tengah (Kalteng) terlihat memadati halaman Rumah Jabatan Gubernur pada pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalteng, Sabtu (22/11/2025).
Antrean panjang mulai terlihat sejak pagi hari, seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan paket sembako yang dibagikan secara gratis.
Operasi Pasar Murah ini digelar sebagai langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan gejolak kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026.
160 Ribu Paket Sembako Disalurkan untuk Seluruh Kalteng
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalteng menyiapkan lebih dari 160.000 paket sembako yang berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng. Paket-paket tersebut didistribusikan tidak hanya di Kota Palangka Raya, tetapi juga ke seluruh kabupaten dan kota se-Kalteng.
Pemerintah memastikan bantuan ini diterima secara langsung oleh masyarakat tanpa perantara, khususnya warga yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Selain bantuan dari Pemprov, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyaluran 95.000 paket bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia. Bantuan ini diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) secara serentak melalui perangkat daerah dan kecamatan di seluruh wilayah.
Kehadiran bantuan pangan dari pusat ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya dibarengi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Pasar Murah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa memandang latar belakang apa pun.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Semua demi kesejahteraan rakyat Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng berencana terus memperluas jangkauan operasi pasar dan mengupayakan agar stabilisasi harga dapat dijaga secara berkelanjutan hingga memasuki tahun baru. (red)