KUALA PEMBUANG, Kaltenghits.com – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama Wakil Bupati Supian mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambut kedatangan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, di Bandara Udara Kuala Pembuang, Jumat (6/11/2026).
Kedatangan Menteri Kehutanan tersebut merupakan bagian dari koordinasi penanganan kecelakaan helikopter MI-17 yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi korban berjalan optimal melalui koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait.
Dalam keterangannya kepada awak media, Raja Juli Antoni menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Ia mengatakan, para korban merupakan petugas yang sedang menjalankan tugas dalam upaya penanggulangan karhutla di kawasan konservasi.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan helikopter MI-17. Mereka adalah para patriot bangsa yang sedang menjalankan tugas untuk memadamkan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting,” ujarnya.
Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kecelakaan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia. Presiden turut menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan arahan agar seluruh proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta instansi dan pihak terkait lainnya. Personel penyelam juga terus diperkuat untuk membantu pencarian dan evakuasi korban yang masih berada di lokasi kecelakaan.
Namun, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi air yang keruh dan berlumpur serta gelombang yang cukup besar. Untuk mendukung proses evakuasi, sejumlah peralatan disiapkan, mulai dari kapal penarik atau tugboat, helikopter, hingga crane untuk membantu pengangkatan badan helikopter.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar dan korban yang masih belum ditemukan dapat segera dievakuasi,” kata Raja Juli Antoni.
Selain penanganan kecelakaan, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan penanggulangan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Berdasarkan laporan yang diterima, masih terdapat titik api di wilayah Sungai Perlu. Kondisi geografis dan akses menuju lokasi yang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman.
Pemerintah terus mengoptimalkan pemadaman melalui operasi udara dengan mengerahkan tiga unit helikopter water bombing yang masih tersedia. Pelaksanaan operasi disesuaikan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang guna memastikan kegiatan berjalan efektif dan aman.
Sementara itu, kondisi kawasan zona inti Taman Nasional Tanjung Puting dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Hujan yang turun di sejumlah wilayah turut membantu proses pemadaman, sedangkan patroli dan penanganan di lapangan terus dilakukan secara berkelanjutan oleh tim gabungan.
Menteri Kehutanan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja dalam penanganan musibah dan karhutla, termasuk TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat adat.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Seruyan bersama Gubernur Kalimantan Tengah dalam menyambut Menteri Kehutanan menunjukkan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan evakuasi korban sekaligus memperkuat penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. (Red)

Tinggalkan Komentarmu