KUALA PEMBUANG, KaltengHits.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong pengembangan Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang agar mampu melayani penerbangan dengan kapasitas pesawat yang lebih besar.
Pengembangan tersebut dinilai strategis, mengingat bandara ini memiliki keunggulan berupa kondisi udara dan jarak pandang yang relatif baik saat musim kemarau, terutama ketika sejumlah wilayah Kalimantan Tengah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, mengatakan pihaknya terus memperjuangkan pengembangan bandara melalui berbagai forum resmi, baik di tingkat daerah maupun nasional, termasuk berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Seruyan, DPR RI, dan Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, Bandara Kapten Mulyono memiliki posisi strategis untuk dikembangkan, terutama melalui penambahan panjang landasan pacu (runway), peningkatan fasilitas pendukung lepas landas dan pendaratan (take-off dan landing), serta penyediaan fasilitas pengisian bahan bakar pesawat.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat membahas potensi pengembangan Bandara Kapten Mulyono, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan bandara tersebut adalah kondisi jarak pandang yang relatif baik bagi helikopter maupun pesawat jenis ATR, khususnya ketika musim kemarau dan kabut asap melanda sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.
“Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang ini memiliki kondisi jarak pandang yang baik bagi helikopter maupun pesawat jenis ATR saat melakukan take-off dan landing. Kondisinya relatif bersih dari asap, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.
Bupati menambahkan, pengembangan bandara juga perlu diarahkan untuk mendukung kesiapsiagaan penanganan karhutla. Dengan fasilitas yang memadai dan ketersediaan bahan bakar pesawat, bandara tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu titik pendukung operasional helikopter maupun pesawat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami menambah 200 meter untuk Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, Seruyan, dan sudah bisa didarati jenis pesawat kecil ATR. Namun, untuk operasional yang lebih luas diperlukan tempat pengisian bahan bakar pesawat yang tersedia. Pengembangannya perlu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan banyak pihak, termasuk untuk mendukung penanganan karhutla ke depan,” jelasnya.
Selain untuk mendukung penanganan bencana, pengembangan bandara juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan kegiatan ekonomi lainnya di Kabupaten Seruyan.
Ahmad Selanorwanda berharap, ke depan Bandara Kapten Mulyono dapat dikembangkan dengan fasilitas yang lebih memadai sehingga mampu melayani pesawat penumpang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian, konektivitas transportasi udara semakin terbuka dan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan maupun aktivitas perekonomian daerah.
“Untuk pengembangan Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang ke depan, kita perlu memperkuat sektor pariwisata dan sektor lainnya. Kita juga akan berupaya agar bandara ini bisa dibangun lebih besar sehingga pesawat penumpang dengan kapasitas lebih besar dapat mendarat. Dengan begitu, kita berharap dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seruyan,” pungkasnya. (AMT)

Tinggalkan Komentarmu