MUARA TEWEH, Kaltenghits.com – Desa Pendreh, Kabupaten Barito Utara, berhasil meraih Trophy dan Sertifikat ProKlim Utama tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Prestasi ini diraih berkat kolaborasi sinergis antara PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, serta masyarakat Desa Pendreh dalam memperkuat aksi lingkungan dan ketahanan iklim di tingkat desa.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK pada acara penganugerahan yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, baru-baru ini.
Department Head CSR PT SMM, Abdul Syukur, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan lompatan signifikan. Sebelum adanya intervensi program, skor ProKlim Desa Pendreh tercatat hanya 57,6. Melalui dukungan pendanaan utama dan program terintegrasi dari PT SMM yang selaras dengan target DLH Barito Utara, skor tersebut berhasil meningkat drastis menjadi 89,8.
“Target awal kami sebenarnya hanya mencapai ambang batas minimal sertifikasi, yaitu di atas 81. Namun berkat strategi dan pelaksanaan program yang komprehensif, skor ProKlim Desa Pendreh justru mendekati 90, sehingga berhak meraih trophy ProKlim Utama,” jelas Abdul Syukur.
Keberhasilan ini ditopang oleh program unggulan “Pekan Kampung Iklim SMM-PAMA” yang berfokus pada penguatan tiga aspek utama ProKlim, yakni adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan. Program tersebut diwujudkan melalui empat aksi turunan terstruktur, yaitu:
-
Pendreh Green Edu, program penanaman yang melibatkan seluruh siswa sekolah di Desa Pendreh.
-
Program SIAGA (Sinergi Aksi SMM-PAMA), aksi gotong royong dan penataan lingkungan desa.
-
Jejak Sehat SMM-PAMA, kegiatan yang menggabungkan gaya hidup sehat dengan kepedulian lingkungan.
-
SMM-PAMA BERDIKARI AWARD, pemberian apresiasi kepada warga yang berperan aktif dan berpengaruh dalam aksi lingkungan.
Abdul Syukur menambahkan, kualitas program yang dijalankan mengantarkan Desa Pendreh menjadi salah satu dari 16 desa terpilih di seluruh Indonesia dari total 345 desa peserta yang menjalani verifikasi lapangan langsung oleh Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK pada 16–17 Juli 2025.
“Proses seleksi sangat ketat. Sebanyak 339 desa lainnya hanya melalui verifikasi dokumen secara daring,” ujarnya.
Setelah melalui asesmen lapangan yang mendalam, pada 19 November 2025, Desa Pendreh akhirnya ditetapkan sebagai salah satu dari 50 desa penerima Trophy dan Sertifikat ProKlim Utama tingkat nasional.
Menurut Abdul Syukur, capaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang signifikan.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan ketahanan iklim dan kualitas lingkungan hidup di tingkat desa,” pungkasnya. (Red)
Leave a comment