PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Cahaya bola api yang menyala di tengah lapangan malam itu menjadi pusat perhatian ratusan penonton di halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (21/5/2026).
Sorak sorai suporter berpadu dengan semangat para pemain yang berlari menggiring bola api dalam pertandingan olahraga tradisional sepak sawut pada rangkaian Festival Budaya Isen Mulang 2026.
Di antara tim yang berlaga, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah turut ambil bagian memeriahkan ajang budaya tahunan tersebut. Dengan mengenakan seragam biru muda dan pelindung kaki yang diolesi pasta gigi untuk mengurangi panas bola api, para pemain tampil penuh semangat dan kekompakan.
Sepak sawut bukan sekadar olahraga biasa. Permainan tradisional khas Dayak ini menggunakan bola dari kelapa kering yang dibakar hingga menyala. Dahulu, sepak sawut dipercaya menjadi bagian dari ritual adat untuk mengusir roh jahat. Kini, tradisi tersebut berkembang menjadi atraksi budaya sekaligus kompetisi yang selalu dinanti dalam berbagai festival daerah di Kalimantan Tengah.
Sebanyak sebelas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ikut ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung mulai 17 hingga 23 Mei 2026 tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengatakan keikutsertaan pihaknya menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan antar perangkat daerah.
“Festival Budaya Isen Mulang bukan hanya ajang hiburan, tetapi momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Pertandingan berlangsung sengit dan penuh antusiasme. Tim Dinas TPHP berhasil melewati babak penyisihan pertama usai menaklukkan tim Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Namun langkah mereka harus terhenti di babak berikutnya setelah mengakui keunggulan tim Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Meski belum berhasil melaju lebih jauh, semangat para pemain tetap membara. Kekompakan dan sportivitas menjadi nilai utama yang terlihat sepanjang pertandingan berlangsung.
Pendamping tim Dinas TPHP, Zoko, berharap olahraga tradisional sepak sawut terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Tengah.
“Mari bersama menjaga dan melestarikan olahraga tradisional sepak sawut agar tetap menjadi budaya khas daerah Kalimantan Tengah,” katanya.
Gemuruh dukungan penonton, percikan api dari bola sawut, serta semangat kebersamaan yang tercipta di lapangan malam itu menjadi gambaran kuat bahwa budaya lokal masih hidup dan dicintai masyarakat Bumi Tambun Bungai. (red)
Tinggalkan Komentarmu