KUALA PEMBUANG, KaltengHits.com – Kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan mulai menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Bangkal dan Desa Selunuk yang harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari karena terbatasnya sumber air di wilayah mereka.
Anggota DPRD Seruyan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Subani, mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat di kedua desa tersebut cukup tinggi. Dalam sehari, distribusi air ke rumah-rumah warga dapat mencapai sekitar 25 hingga 30 profil tank (Tandon Air).
“Warga harus membayar sekitar Rp60 ribu hingga Rp90 ribu untuk setiap profil tank air yang diantarkan ke rumah. Pengeluaran tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat apabila berlangsung terus selama musim kemarau,” kata Subani, baru-baru ini.
Pemerintah desa sebenarnya turut membantu proses distribusi dengan menyediakan armada dan bahan bakar. Namun, bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
Subani menambahkan, pembangunan sumur bor dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih. Pasalnya, wilayah tersebut tidak memiliki sungai, danau, maupun embung yang dapat diandalkan saat musim kemarau. Selama ini, masyarakat lebih banyak bergantung pada air hujan.
“Saat ini sudah terdapat satu sumur bor yang dibangun sejak 2012. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menambah dua titik baru, masing-masing di Desa Bangkal dan Selunuk,” tutupnya. (Red)




Tinggalkan Komentarmu