PULANG PISAU, Kaltenghits.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kabupaten Pulang Pisau.
Bantuan tersebut disalurkan di tiga lokasi, yakni Desa Mintin, Stadion H.M. Sanusi, dan wilayah Jabiren. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau dan dampak karhutla.
Di Desa Mintin, Pemprov Kalteng menyerahkan 500 paket bantuan pangan, disertai 1.000 masker dan vitamin.
Sementara di Stadion H.M. Sanusi, bantuan yang diberikan meliputi 2.000 paket pangan, bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) untuk 1.330 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta 5.000 masker dan vitamin.
Bantuan juga disalurkan ke wilayah Jabiren berupa 500 paket pangan serta 1.000 masker dan vitamin. Selain itu, Pemprov Kalteng menyediakan 50.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Saat menghadiri penyaluran bantuan di Stadion H.M. Sanusi, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara langsung ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya berdasarkan laporan. Pemerintah perlu melihat kondisi masyarakat secara langsung agar bantuan yang diberikan dapat sesuai kebutuhan.
“Pemerintah tidak boleh hanya mendengar laporan dari jauh, tetapi harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan,” ujar Agustiar.
Ia menyebut musim kemarau dan karhutla dapat memengaruhi kualitas udara sekaligus ketersediaan air bersih. Karena itu, pemerintah terus menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari bantuan pangan, air bersih hingga perlindungan kesehatan.
Agustiar juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat.
Terkait kebutuhan air bersih, ia meminta masyarakat segera menyampaikan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air. Pemerintah, kata dia, akan berupaya mencari solusi agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.
Selain kebutuhan dasar, Agustiar turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan pertolongan ketika sakit. Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia juga meminta kondisi karhutla tidak sampai mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak. Menurutnya, keadaan ekonomi maupun lingkungan yang sulit tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti sekolah.
Sekda: Dampak Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden turut hadir dalam penyaluran bantuan di Desa Mintin dan Jabiren. Ia menyampaikan salam serta perhatian Gubernur kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Linae mengatakan, dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan gangguan pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas belajar anak, pekerjaan hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
“Bapak Gubernur sangat memperhatikan kondisi dan kesejahteraan masyarakat, terlebih dalam situasi sulit seperti yang kita hadapi saat ini. Amanat Bapak Presiden juga jelas, bahwa kesejahteraan masyarakat adalah yang utama,” katanya.
Menurut Linae, bantuan pangan, masker, vitamin, air minum dan air bersih merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan selama kondisi karhutla dan kabut asap.
Pemprov Kalteng juga terus menjalankan sejumlah program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang mencakup bantuan pangan, bantuan tunai, pendidikan, kesehatan, pelatihan kerja hingga pemberdayaan masyarakat.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan
Di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian, Linae mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran kepada pemerintah kecamatan, kepolisian atau pihak terkait agar dapat segera ditangani.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak dengan sengaja membakar lahan atau hutan. Apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan pembakaran, segera laporkan kepada camat, kepolisian, atau pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pemprov Kalteng menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat terus diperkuat untuk mengurangi risiko karhutla dan dampaknya. (Red)




Tinggalkan Komentarmu