DPRD Kalteng

Fraksi Golkar Soroti Kesenjangan Layanan Publik 

Bagikan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, H. Sudarsono
Bagikan

PALANGKA RAYA, KaltengHits.com – Wakil Ketua Komisi I Kalteng, H. Sudarsono menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan layanan publik dan penguatan ekonomi daerah.

Melalui berbagai pandangan strategis yang disampaikan oleh Fraksi Golkar menilai bahwa masih terdapat ketimpangan dalam akses layanan dasar di berbagai wilayah, khususnya daerah terpencil dan perdesaan.

Menurutnya, dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta pelayanan administrasi pemerintahan harus dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kami melihat masih ada masyarakat di wilayah pelosok Kalimantan Tengah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan berkualitas, atau menempuh pendidikan karena keterbatasan fasilitas dan infrastruktur. Ini menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi bersama,” ucap Sudarsono. Senin (26/5/2025)

Di samping itu, Fraksi Golkar juga mendorong penguatan ekonomi lokal melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM, koperasi desa, dan sektor pertanian rakyat. Mereka menilai, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Pemerintah daerah harus lebih agresif dan inovatif dalam memfasilitasi pelaku usaha kecil agar mampu tumbuh dan bersaing, baik melalui pendampingan, permodalan, maupun pelatihan peningkatan kapasitas,” lanjutnya.

Dia juga menilai pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan lembaga legislatif dalam menyusun dan mengawal kebijakan strategis pembangunan. Koordinasi yang kuat, menurut mereka, adalah kunci agar program pembangunan dapat berjalan secara terarah dan tepat sasaran.

Selain itu, dalam konteks pembangunan berkelanjutan, dia juga mendorong perhatian terhadap pelestarian lingkungan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak aktivitas pertambangan dan perkebunan besar. Pembangunan ekonomi, kata mereka, harus sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan perlindungan terhadap masyarakat adat.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keberlangsungan lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal. Maka dari itu, pengawasan terhadap pelaku usaha besar juga harus ditingkatkan,” tegasnya. (red)

 

Bagikan

Tinggalkan Komentarmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati Penguatan Tata Kelola dalam Pembahasan APBD 2025

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama DPRD Provinsi Kalimantan...

Banggar DPRD dan TAPD Kalteng Bahas APBD 2025, Soroti Penguatan Fiskal dan PAD

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae...

DPRD Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Sampaikan Jawaban Gubernur

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, menyampaikan...

Seluruh Fraksi DPRD Kalteng Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Dibahas Lanjut

PALANGKA RAYA, Kaltenghits.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran yang...