KUALA PEMBUANG, Kaltenghits.com – Upaya mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Seruyan terus diperkuat melalui kolaborasi Posyandu dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Penguatan sinergi tersebut dilakukan dalam kegiatan yang dihadiri Ketua TP-Posyandu Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda, di Aula Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, akhir pekan lalu.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pemantauan tumbuh kembang balita, pemenuhan kebutuhan gizi anak hingga pendampingan kesehatan lansia.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pelayanan Posyandu diharapkan semakin optimal dan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Welduline menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Seruyan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi sejak usia dini perlu menjadi tanggung jawab bersama.
“Anak-anak adalah masa depan Kabupaten Seruyan. Kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh pola pengasuhan, pemenuhan gizi, dan layanan kesehatan dasar sejak awal kehidupan mereka. Oleh karena itu, pencegahan stunting bukan sekadar program kerja, melainkan tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.
Posyandu dan PKK Jadi Ujung Tombak
Menurut Welduline, Posyandu dan TP PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sinergi keduanya perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan dasar dapat berjalan secara optimal.
“Posyandu dan tim penggerak PKK merupakan dua kekuatan utama yang menyentuh langsung lapisan masyarakat paling bawah. Melalui sinergi yang kuat antara TP PKK dan tim pembina Posyandu, kita harus memastikan bahwa pemantauan tumbuh kembang balita berjalan secara rutin dan akurat agar anak-anak tumbuh optimal dan bebas stunting,” jelasnya.
Ia menyebut sedikitnya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, pendampingan kesehatan lansia secara berkala, serta penguatan edukasi mengenai gizi seimbang di lingkungan keluarga.
Pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin dinilai penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini. Sementara pendampingan lansia diperlukan agar kelompok tersebut dapat menjalani kehidupan yang sehat dan mandiri.
“Edukasi gizi seimbang harus sampai ke meja makan setiap keluarga di Kabupaten Seruyan. Kita perlu memastikan bahwa pengetahuan tentang pemenuhan gizi tidak hanya disampaikan dalam kegiatan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Apresiasi untuk Kader Posyandu dan PKK
Dalam kesempatan tersebut, Welduline juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu dan pengurus PKK yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Menurutnya, dedikasi dan kesabaran para kader memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program kesehatan di daerah.
“Kader adalah ujung tombak pelayanan. Kerja keras, ketulusan, dan kesabaran ibu-ibu dalam mendampingi masyarakat adalah fondasi dari keberhasilan program kesehatan di daerah kita. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi tanpa lelah dari seluruh kader dan pengurus PKK,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi balita.
Pemberian PMT diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus memperkuat pencegahan stunting.
Menutup sambutannya, Welduline mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi pelaksanaan program kesehatan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi di semua tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya. (MMC/Red)




Tinggalkan Komentarmu