KUALA PEMBUANG, Kaltenghits.com – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau kondisi akses jalan sekaligus memantau situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sepanjang jalur Kuala Pembuang menuju Desa Tanjung Rangas, pekan lalu.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur sekaligus memetakan wilayah yang berpotensi terdampak karhutla, terutama setelah pemerintah menetapkan status darurat karhutla dan kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Seruyan didampingi Wakil Ketua I DPRD Seruyan, perwakilan Polres Seruyan, sejumlah kepala perangkat daerah, serta Tim Satgas Karhutla.
Sepanjang perjalanan, rombongan menemukan sejumlah lahan yang terbakar dan indikasi titik api di beberapa lokasi.
Ahmad Selanorwanda mengatakan, akses jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat di sejumlah desa sekitar Kuala Pembuang. Selain mendukung aktivitas dan perekonomian warga, jalan tersebut juga dapat menjadi jalur mobilisasi dalam penanganan karhutla.
“Hari ini kita mencoba menelusuri jalan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan. Jalan ini pada dasarnya sangat penting bagi beberapa masyarakat di desa-desa sekitar Kuala Pembuang. Di sisi lain, kita juga melihat situasi dan kondisi terkait kejadian kebakaran lahan dan hutan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, hasil peninjauan akan menjadi bagian dari pemetaan wilayah rawan karhutla sekaligus bahan evaluasi untuk peningkatan infrastruktur ke depan.
Peningkatan kualitas jalan, kata dia, tidak hanya ditujukan untuk menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian, tetapi juga mempercepat akses petugas apabila terjadi kebakaran di kawasan sekitar.
“Kita tentu melihat situasi dan kondisi ini untuk kita orientasikan bahwa pemetaan kebakaran di Kabupaten Seruyan ternyata ada di sekitar sini. Sehingga ke depan jalan ini harus kita perbaiki. Bila ada kebakaran di sekitar hutan dan lahan, tentu akan lebih cepat kita menangani kebakaran itu,” jelasnya.
Jalan untuk Ekonomi dan Penanganan Karhutla
Bupati menegaskan, pembangunan infrastruktur perlu dilakukan secara terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menurutnya, kondisi jalan yang memadai akan memberikan manfaat ganda, yakni mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih cepat bagi upaya penanganan karhutla.
“Kita ingin melihat badan jalan yang telah dibangun untuk ke depan kita tingkatkan. Pembangunan jalannya untuk masyarakat dalam mendukung perekonomian, tetapi juga pembangunan jalan ini membuka akses bila terjadi kebakaran untuk masa-masa mendatang,” katanya.
Usai meninjau kondisi jalan dan sejumlah lokasi karhutla, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Balai Desa Tanjung Rangas.
Di lokasi tersebut, pemerintah melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan karhutla serta dampak kekeringan kepada masyarakat.
Pemerintah juga menyerahkan vitamin, masker, dan sejumlah perlengkapan kepada warga sebagai bentuk dukungan menghadapi kondisi kabut asap dan kekeringan.
Bupati mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hutan, lahan, dan lingkungan serta berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran.
“Hutan, lahan, dan lingkungan menjadi kewajiban kita semua. Dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat untuk terlibat menjaga, mengantisipasi, sekaligus memitigasi risiko terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” pungkasnya. (MMC/Red)




Tinggalkan Komentarmu