Dibacok OTK, Pasutri di Ponton Palangka Raya Bersimbah Darah

Dibacok OTK, Pasutri di Ponton Palangka Raya Bersimbah Darah
Kanit Reskrim Polsek Pahandut Iptu Ika Winner didampingi personilnya mengecek kondisi pasutri usai dibacok senjata tajam oleh orang tak dikenal saat berada di salah satu rumah sakit di Palangka Raya, Senin (22/2/2022). (Foto: Polsek Pahandut)

PALANGKA RAYA, kaltenghits.com – Sepasang suami istri (pasutri) yang tinggal di Jalan Rindang Banua, Gang Sayur Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya, bersimbah darah usai dibacok oleh seseorang tak dikenal di kediamannya.

Kanit Reskrim Polsek Pahandut Palangka Raya Iptu Ika Winner mengatakan, peristiwa pembacokan pasutri berinisial ZI (30) dan istrinya NO (23) terjadi Senin (22/2) sekitar pukul 21.30 WIB di kediamannya.

“Untuk identitas pelaku kami masih belum mengetahuinya. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap pembacok pasutri tersebut,” kata Iptu Ika, Rabu (23/2/2022).

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan kedua korban usai kejadian mengatakan, saat itu mereka berdua sedang beristirahat di dalam rumahnya di kawasan padat penduduk yang biasa dikenal dengan sebutan Ponton.

Malam itu ZI sedang tidur di luar kamar sedangkan istrinya tidur di dalam kamar tidur, tiba-tiba terbangun lantaran mendengar suara di bagian dapur.

Saat dilakukan pengecekan di bagian dapur, saat itu istrinya melihat ada seseorang yang bersembunyi di samping kulkas.

“Melihat itu istri korban sontak berteriak, lalu pelaku langsung membabi buta menggunakan senjata tajam menghantam kedua pasangan suami istri tersebut dan pelaku langsung lari melalui pintu depan,” ucap Winer menirukan pernyataan korban.

Sedangkan menurut keterangan saksi mata yang juga tetangga korban, berinisial CH (17), malam itu ia hendak menutup warungnya.

Ketika itu juga ia melihat terduga pelaku seorang laki-laki berlari tidak menggunakan baju dengan posisi wajah tertutup, dengan perawakan tinggi kurang lebih 160 sentimeter.

“Untuk ciri badan pelaku kurus dengan membawa senjata tajam, saat itu saksi tidak berani mendekat dan saksi melihat korban (ZI) berlari mengejar pelaku, akan tetapi korban tidak mampu mengejar karena posisinya dalam keadaan terluka dan berlumuran darah, akibat terkena senjata tajam milik pelaku,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, kedua korban yang mengalami luka di sekujur tubuhnya itu akibat sabetan senjata tajam milik pelaku, langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga untuk diberikan pertolongan medis.